Intinya adalah mengajak kita untuk voting Komodo sebagai new 7 wonders...
Pertanyaannya adalah:
- Ini kok mau jadi Keajaiban dunia aj musti voting kaya lagi kontes Indonesian Idol, AFI atau PILDACIL sih?
- Rp. 1/sms katanya buat sumbangan... sumbangan utk apa? ke Komodo nya?
- Udah brapa jumlah voting nya?
- Ini program resmi dari pemerintah? apa swasta? klo pemerintah, ngapain kok nyuruh rakyat voting2 segala?? jadi kerjanya badan resmi pemerintah kaya dinas pariwisata gitu apa??
Bener2 program voting gak jelas buat gw...
Akhirnya gw pun coba2 browsing mengenai Voting Komodo ini...
and gw dapet ini dari kaskus...
Ajakan Presiden Vote Komodo Dikritik Akademisi
suarasurabaya.net| Ajakan Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI pada menterinya dan publik untuk mendukung Pulau Komodo sebagai satu keajaiban dunia baru lewat vote SMS 9818 dikritik peneliti Komodo dan antropolog.
Prof. Putra Sastrawan peneliti Komodo sejak tahun 1969 yang juga mantan Pembantu Rektor III Universitas Udayana pada suarasurabaya.net, Kamis (20/10/2011) mengatakan tidak etis Presiden melakukan promosi untuk kepentingan New7Wonders yang notabene adalah lembaga swasta yang tidak punya afiliasi dengan Unesco.
Dikatakan Putra, yang paling dibutuhkan Komodo saat ini adalah konservasi, bukan justru mempopulerkannya, apalagi lewat SMS macam audisi idol. “Komodo sudah populer sejak diterbitkan pada jurnal ilmiah dunia pada tahun 1912. Statistik Kehutanan menyebutkan 95% pengunjung pulau ini adalah orang asing. Artinya, di luar negeri, pulau ini sudah populer,” kata dia.
Selain itu, jelas Putra, diperlukan adanya penguatan stake holders di sekitar habitat Komodo. Saat ini diakuinya, ada penurunan jumlah populasi Komodo sejak penelitiannya tahun 1969 sampai dengan tahun 2000-an. Pada survey periode 1969-1970, jumlah Komodo yang tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Flores mencapai 5.500 ekor. Pada survey tahun 2000-an, jumlahnya tidak kurang dari 3 ribu ekor.
Selain itu dijumpai fakta berkurangnya makanan untuk spesies ini, menyebabkan terjadinya degradasi ukuran tubuh. Pada tahun 1969 pernah dijumpai Komodo dengan panjang 3,24 meter. Tapi pada penelitian tahun 2000-an, paling panjang hanya 3,12 meter.
Dengan kondisi ini, kata Putra, yang dibutuhkan adalah penguatan masyarakat sekitar agar tetap konsisten menjaga habitat Komodo.
Kritik serupa juga disampaikan Prof. Dr. Laurentius Dyson guru besar Antropologi Fisip Universitas Airlangga. Menurut dia, jika Presiden sampai ikut-ikut mempromosikan Pulau Komodo lewat New7Wonders, sama dengan melakukan pembodohan pada masyarakat.
“Lagi-lagi masyarakat dieksploitasi dengan diajak kirim SMS untuk mendukung sesuatu yang tidak jelas manfaatnya,” kata dia.
Secara etika pun, kata Dyson, tidak etis jika Presiden ikut berkampanye untuk kepentingan New7Wonders yang notabene adalah lembaga swasta.(edy)
suarasurabaya.net| Ajakan Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI pada menterinya dan publik untuk mendukung Pulau Komodo sebagai satu keajaiban dunia baru lewat vote SMS 9818 dikritik peneliti Komodo dan antropolog.
Prof. Putra Sastrawan peneliti Komodo sejak tahun 1969 yang juga mantan Pembantu Rektor III Universitas Udayana pada suarasurabaya.net, Kamis (20/10/2011) mengatakan tidak etis Presiden melakukan promosi untuk kepentingan New7Wonders yang notabene adalah lembaga swasta yang tidak punya afiliasi dengan Unesco.
Dikatakan Putra, yang paling dibutuhkan Komodo saat ini adalah konservasi, bukan justru mempopulerkannya, apalagi lewat SMS macam audisi idol. “Komodo sudah populer sejak diterbitkan pada jurnal ilmiah dunia pada tahun 1912. Statistik Kehutanan menyebutkan 95% pengunjung pulau ini adalah orang asing. Artinya, di luar negeri, pulau ini sudah populer,” kata dia.
Selain itu, jelas Putra, diperlukan adanya penguatan stake holders di sekitar habitat Komodo. Saat ini diakuinya, ada penurunan jumlah populasi Komodo sejak penelitiannya tahun 1969 sampai dengan tahun 2000-an. Pada survey periode 1969-1970, jumlah Komodo yang tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Flores mencapai 5.500 ekor. Pada survey tahun 2000-an, jumlahnya tidak kurang dari 3 ribu ekor.
Selain itu dijumpai fakta berkurangnya makanan untuk spesies ini, menyebabkan terjadinya degradasi ukuran tubuh. Pada tahun 1969 pernah dijumpai Komodo dengan panjang 3,24 meter. Tapi pada penelitian tahun 2000-an, paling panjang hanya 3,12 meter.
Dengan kondisi ini, kata Putra, yang dibutuhkan adalah penguatan masyarakat sekitar agar tetap konsisten menjaga habitat Komodo.
Kritik serupa juga disampaikan Prof. Dr. Laurentius Dyson guru besar Antropologi Fisip Universitas Airlangga. Menurut dia, jika Presiden sampai ikut-ikut mempromosikan Pulau Komodo lewat New7Wonders, sama dengan melakukan pembodohan pada masyarakat.
“Lagi-lagi masyarakat dieksploitasi dengan diajak kirim SMS untuk mendukung sesuatu yang tidak jelas manfaatnya,” kata dia.
Secara etika pun, kata Dyson, tidak etis jika Presiden ikut berkampanye untuk kepentingan New7Wonders yang notabene adalah lembaga swasta.(edy)
http://kelanakota.suarasurabaya.net/...394f3201199006
Sumbernya di marih nih ->>> http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11078838
Jika 5 juta penduduk indonesia ngirim 1 rupiah/hari... sebulan udah 150juta... tuh duit buat apaan? sumbangan apaan? lagi2 pembodohan publik klo gw bilang...
Program gak jelas.. ujug2 nyuruh vote dgn dalih "sumbangan". Hellooo.. 2011 masih aj gitu? Budaya ALAY emg nih Indonesia.. Menyedihkan sekali sodara sodara...
Klo sumbangan itu buat konservasi Pulau Komodo, gw akan dgn sgt Ikhlas n ridho berkali2 akan ikut nyumbang tanpa ngeliat embel2 voting segala macemnya
Program gk jelas, jmlh yg ud voting gk jelas, tdk transparan uangnya dpake utk ap. BEGO klo blg "ya dosa mreka klo dananya di korupsi"
Wajar aj klo Korupsi makin tmbh subur, lah wong prinsip rakyatnya "dosa mreka klo di korupsi, yg penting niat kita nyumbang". Pathethic!!!
Gak pemerintahnya, gak rakyatnya, gak bisa menjadikan skala prioritas terhadap suatu masalah yg harus di selesaikan...
Mindset nya udah gak bener semua klo gw bilang...
Lagian, klo masuk nih jadi 7 wonders...
yakin bakalan jadi devisa buat negara???
yakin klo memang jadi devisa negara bisa bikin negara ini jadi lebih maju???
Buat gw sih lucu...
masa sih orang2 di dunia ini pada gak kenal sm Pulau Komodo??
di animal planet and discovery channel itu udah terkenal loh Pulau Komodo...
jd gw pikir gak masalah klo Pulau Komodo gak masuk 7wonders...
lagipula dia udah masuk World Heritage loh...
gmn mau maju Indonesia, dgn gampangnya dibodohin utk sesuatu yg kita sendiri gak tau manfaat dari voting2 itu...
hasil voting gak jelas...
duit sumbangan ud brapa rupiah terkumpul dan buat apaan juga gak jelas...
klo misalkan voting gagal...gak jadi 7wonder.. duitnya di kemanain???
maka wajar lah mending tuh duit yg buat bayar panitia 7wonder di alokasikan buat benahin tuh Pulau dengan keadaan yg skrg memprihatinkan...
ini cuma akal2an orang yg mau mencari untung aj...
jangan bilang "yg dosa mereka klo di korupsi dananya"... ngomong kaya gitu sm aja membiarkan diri kita dibodohin...
Sumbernya di marih nih ->>> http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11078838
Jika 5 juta penduduk indonesia ngirim 1 rupiah/hari... sebulan udah 150juta... tuh duit buat apaan? sumbangan apaan? lagi2 pembodohan publik klo gw bilang...
Program gak jelas.. ujug2 nyuruh vote dgn dalih "sumbangan". Hellooo.. 2011 masih aj gitu? Budaya ALAY emg nih Indonesia.. Menyedihkan sekali sodara sodara...
Klo sumbangan itu buat konservasi Pulau Komodo, gw akan dgn sgt Ikhlas n ridho berkali2 akan ikut nyumbang tanpa ngeliat embel2 voting segala macemnya
Program gk jelas, jmlh yg ud voting gk jelas, tdk transparan uangnya dpake utk ap. BEGO klo blg "ya dosa mreka klo dananya di korupsi"
Wajar aj klo Korupsi makin tmbh subur, lah wong prinsip rakyatnya "dosa mreka klo di korupsi, yg penting niat kita nyumbang". Pathethic!!!
Gak pemerintahnya, gak rakyatnya, gak bisa menjadikan skala prioritas terhadap suatu masalah yg harus di selesaikan...
Mindset nya udah gak bener semua klo gw bilang...
Lagian, klo masuk nih jadi 7 wonders...
yakin bakalan jadi devisa buat negara???
yakin klo memang jadi devisa negara bisa bikin negara ini jadi lebih maju???
Buat gw sih lucu...
masa sih orang2 di dunia ini pada gak kenal sm Pulau Komodo??
di animal planet and discovery channel itu udah terkenal loh Pulau Komodo...
jd gw pikir gak masalah klo Pulau Komodo gak masuk 7wonders...
lagipula dia udah masuk World Heritage loh...
gmn mau maju Indonesia, dgn gampangnya dibodohin utk sesuatu yg kita sendiri gak tau manfaat dari voting2 itu...
hasil voting gak jelas...
duit sumbangan ud brapa rupiah terkumpul dan buat apaan juga gak jelas...
klo misalkan voting gagal...gak jadi 7wonder.. duitnya di kemanain???
maka wajar lah mending tuh duit yg buat bayar panitia 7wonder di alokasikan buat benahin tuh Pulau dengan keadaan yg skrg memprihatinkan...
ini cuma akal2an orang yg mau mencari untung aj...
jangan bilang "yg dosa mereka klo di korupsi dananya"... ngomong kaya gitu sm aja membiarkan diri kita dibodohin...



